• Tentang Saya

Komunikasi Cerdas di Media Sosial

 on Minggu, 24 Mei 2015  

Komunikasi Cerdas di Media Sosial

Oleh : Robby Darmawan (1124050131)

Jurnalistik 6 D



Tidak dipungkiri bahwa media sosial di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Pengguna media sosial semakin hari semakin bertambah. Oleh sebab itu wajar kiranya jika media sosial selain dijadikan sebagai ajang berinteraksi sosial , bersilaturahmi juga menjadi ajang bisnis atau market yang sangat diperhitungkan di masa-masa yang akan datang.

Media sosial atau jejaring sosial sebagai sebuah sosial pertama kali diperkenalkan oleh Professor J.A Barnes pada tahun 1954. Jejaring sosial merupakan sebuah sistem struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individu atau organisasi. Jejaring sosial ini akan membuat mereka yang memiliki kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang telah dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga bisa saling berhubungan. Bagi Andres Kaplan dan Michael Hanlein (2010) media sosial diartikan sebagai seperangkat aplikasi yang dijalankan dalam jaringan internet dan memiliki idiologi untuk penggunaan web 2.0 yang berfungsi sebagai tukar menukar content (isi).

Dua situs jejaring sosial yang paling terkenal dan banyak digunakan saat ini adalah Facebook dan Twitter. Namun saat ini jenis (kind) dari jejaring sosial semakin beragam ada path, instagram, Linkedin, Myspace dan lain sebagainya yang disesuikan dengan target market yang ingin disasar oleh Media sosial tersebut. Dalam konteks Asia tenggara Indonesia merupakan pengguna internet terbesar termasuk media sosial. Bukan cuman itu saja berdasarkan Survei Data Global Web Index, Indonesia adalah Negara yang memiliki pengguna sosial media yang paling aktif di asia. Indonesia memiliki 79,7% user aktif di social media mengalahkan Filipina 78%, Malaysia 72%, Cina 67%.

Berdasarkan data statistik indikator pengguna sosial media di Indonesia yang kami dapatkan yakni, untuk persentase jumlah pengguna sosial media di Indonesia 15% dari total populasi, rata-rata waktu yang dibutuhkan user untuk mengakses sosial media di Indonesia sekitar 2 jam 54 menit setiap harinya. Sedang persentase user yang mengakses sosial media melalui mobile atau smarphonenya 74%.

Berdasarkan data statistik indikator pengguna sosial media di Indonesia yang kami dapatkan yakni, untuk persentase jumlah pengguna sosial media di Indonesia 15% dari total populasi, rata-rata waktu yang dibutuhkan user untuk mengakses sosial media di Indonesia sekitar 2 jam 54 menit setiap harinya. Sedang persentase user yang mengakses sosial media melalui mobile atau smarphonenya 74%. Artinya hampir setiap jam User di Indonesia mengakses media sosial hampir setiap jam nya.

Banyak hal yang bisa dilakukan melalui media sosial berkirim komentar , pesan sampai mengirim gambar. Namun tidak selamanya apa yang kita kirim apa yang kita bahas memiliki nuansa positif bahkan tidak jarang bisa kita lihat banyak juga konten-konten yang mengandung unsur negatif. Penulis merupakan salah satu pengguna aktif media sosial, dalam dunia maya apakah itu media sosial, informasi mengalir begitu bebas tanpaada filter. Filter itu sendiri adalah diri kita sendiri (ourselves). Ketika kita kebablasan dalam bersikap, emosional dalam menggunakan media sosial maka yang terjadi adalah hal-hal yang diluar batas etika terkadang bisa muncul.

Dengan dalih kebebasan menyampaikan pendapat gagasan dan lain sebagainya terkadang hal-hal yang kita lakukan melanggar hukum. Pada dasarnya media sosial sama dengan dunia nyata ada aturan hukum yang mengikatnya. Dan ini sebenarnya yang banyak tidak dipahami oleh user media online. Hal itu pulalah yang terjadi pada MA ataupun florence Sihombing.

Jika kurang lengkap misalnya bisa kita buktikan lagi dengan dilaporkan Dewi Persik oleh Johnsin Yaptonaga pengusaha Mobil mewah lamborgini dikarenakan statusnya di twitter yang katanya adalah kebohongan dan mencemarkan nama baiknya. Jelas sudah memang media sosial apapun cerinya harus disikapi dengan bijak dan beretika ketika hendak membuat status, memposting gambar dan lain sebagainya harus ada filter terlebih dahulu dari diri kita sendiri apakah postingan kita merupakan fitnah,menyinggung orang lain , mencemarkan nama orang lain, pornografi dan sebagainya.

Referensi :
www.kompasiana.com

Komunikasi Cerdas di Media Sosial 4.5 5 Unknown Minggu, 24 Mei 2015 Komunikasi Cerdas di Media Sosial Oleh : Robby Darmawan (1124050131) Jurnalistik 6 D Tidak dipungkiri bahwa media sosial di Indonesia m...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme